Cari Blog Ini

Senin, 17 Juli 2017

BERHARAP



*BERHARAP*
Suatu hari ada seseorang yang mengangumi perempuan tetapi  perempuan yang di  kagumi tidak pernah tau bahwa ada orang yang mengagumi dia, namun tidak  henti2 nya orang tersebut berusaha untuk meyakinkan kepada perempuan tersebut bahwa hatinya benar2 kagum dengan kefahaman agama perempuan itu.Pada akhirnya dia menanyakan kepada temanya apa sih warna yg dia suka?.....Temanya menjawab warna yang disukai yaitu:biru donker,hijau toscca,pink , setelah itu bergegaslah orang tersebut mencari warna2 tersebut sampai akhirnya orang tersebut menemukan/membelikan  barang yang berwarna pink,dengan percaya diri  orang itu meminta bantuan teman perempuan tersebut untuk memberikan barang itu kepada nya(perempuan),setelah di berikan ternyata perempuan itu tau siapa yang memberikan barang tersebut hingga terjadilah kesalah fahaman antara orang itu dan perempuan,tujuan dia hanyalah supaya lebih dekat eh malah membuat perempuan itu menjauh sampai2 perempuan itu mengatakan”Kenapa Sih Orang Itu Menjadi Berubah Yang Dulunya Pendiam Malah Sekarang Menjadi Aneh”.Mendengar seperti itu dia merasa bersalah telah membuat perempuan itu marah, yang diharap sebelumnya  hanya membuat bahagia malah membuat marah,makanya ada pepatah mengatakan harapan tidak sesuai dengan ke inginan,tibalah waktu dimana orang tersebut merenungi kesalahan nya waktu demi waktu,hari demi hari dia selalu terfikir kesalahan nya terhadap yang di kagumi (perempuan).Dia memutar otak bagaimana cara nya supaya yang di kagumi memaafkan kesalahanya dan sampai akhirnya dia tau bagaimana caranya meminta maaf dengan cara memberi tahu kapada teman yang di kagumi(perempuan),ucapanya begini “Wahai Saudari Ku Sampaikan Permintaan Maaf Ku Kepadanya” Teman menjawab: Insya allah saya sampaikan saudara ku.
Sejak itu mereka berdua saling diam-diaman mungkin karna kejadian di atas,dalam sudut pandang, orang tersebut  menganggap tatapan perempuan tersebut masih kesal/jengkel terhadap dia,entah kenapa pengaruh harapan yang di alami orang itu sampai berfikir yang negative,dan ketika dengan harapan, orang itu memandang langit seraya mengatakan “Ya Allah Apakah Ini Karma Bagi Ku”  makin  sering berjumpa dengan perempuan itu makin tampak yang dia sadari bahwa dunia sangat kecil sekali,dan betapa sedikitnya harapan yang di ketahui manusia.Sebuah sajak John Donne yang ditulis di inggris di abad ke-16 menggambarkan gairah (dan ketakaburan)harapan itu:
…..kita buat surga datang ke kita ,kita pacu dan kendalikan bintang-bintang….                     
Tapi harapan mengandung antitesisnya sendiri .Kepercayaan diri manusia sebenarnya tak kokoh. Bebareng  dengan kesadaran harapan,ilmu akhirat tumbuh.Dunia makin canggih dan manusia makin tahu bahwa tidak adanya surga dunia.Ia juga ternyata tak mengendalikan bintang-bintang.Lewat teleskop-teleskop baru,makin sering tampak galaksi-galaksi yang tak masuk hitungan dan makin di sadari bahwa harapan  dunia itu kecil.Berarti ketika orang yang di atas tadi dia mempunyai harapan besar terhadap yang di kagumi(perempuan),sedangkan harapan sendiri tidak ada yang besar kalau menurut “John Donne”.Mengapa begitu?kita merujuk lagi tentang nikmat Allah yang telah  banyak di berikan kepada kita,di dalam QS IBRAHIM yang artinya:”seandainya kalian menghitung nikmat Allah itu tidak akan mampu”.Berbeda dengan pemberian orang tersebut kepada perempuan,karna pemberian seseorang  bisa dihitung, besar- kecilnya pemberian seseorang tak di tentukan oleh jaraknya dari mata kita, namun di lihat dari ikhlasnya hati,dari sinilah manusia tau bahwa harapan itu  butuh pengorbanan.
Dengan kata lain: dari” jendela Alberti”manusia tak dapat sekaligus melihat sebuah ruang seluruhnya.Di saat itulah ia mengenal kedaifan dirinya,berharap yang tak terhingga.Berharap yang tak terhingga menurut saya kurang realistis,bahkan cenderung mempengaruhi pola fikir seseorang dan ada tiga tanda orang yang selalu berharap tinggi:
1.Melamun
2.Berangan-angan
3.Dengki (iri hati).
                  Akhir dari cerita di atas orang yang berharap maaf kepada perempuan tersebut,sudah di maaf kan namun tidak lah sampai di situ orang itu diam,dia berusaha tetap ingin menjadi orang yang mengagumi  tanpa di kasihi.Tak ada satu pusat,tak ada batasan yang mantab.Mungkin itulah awal kebingungan manusia,mungkin itu momen religiusnya,mungkin pula pangkal kemerdekaan berpikirnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

GENERASI UNGGULAN

      Di Zaman Sekarang Banyak Orang Tua menginginkan anak nya itu sukses,namun semua itu mustahil bila tidak ada dukungan dari keluarga mak...