Cari Blog Ini

Senin, 17 Juli 2017

*KAMPUNG BAHARI*



 Di daerah DKI terdapat kota  Jakarta utara(kota administrasi) yang  hiruk pikuk warganya,bagaimana tidak karna  daerah itu banyak di datangi para warga pendatang tujuan mereka ialah mencari maisyah,terlebih lagi sudah puluhan orang di situ yang berhasil.Dan tidak sedikit pula yang tidak berhasil,bahkan daerah itu terkenal dengan tempat wisata nya yaitu: “Taman Impian Jaya Ancol” itu  usaha dalam segi hal bermain,belum di tambah usaha dalam bidang perindustrian contoh:”Petik Kemas”,di Jakarta utara terletak pelabuhan tanjung priuk,pelabuhan sunda kelapa dan balai kota lama,kota Batavia yang sekarang di sebut museum sejarah Jakarta.
            Pemkot Jakarta utara akan membangun  “Giant Sea Wall” untuk mencegah terjadinya banjir rob.Yang mana populasi orang nya sampai kurang lebih 1.468.840 jiwa thn 2005 dengan kepadatan  10.721,46 jiwa/km²,terlebih lagi saya tinggal di dataran rendah di Jakarta utara yaitu kampung bahari,di sinilah saya di kirimkan untuk mengemban tugas menyampaikan ilmu agama islam.Sebelum nya saya tidak tahu harus berbuat apa di kampung ini tapi alhamdulillah tidak lama kemudian saya bertemu dengan guru ponpes yang dulu pernah mengajari saya,setelah itu saya di arahkan beliau untuk mengajar di sebuah yayasan yaitu namanya” Bahrun Nassirin “seiring berjalanya waktu saya mulai merasakan ke bahagian di kampung itu karna orang nya ramah”.Pada akhirnya di tahun 2014 terjadilah  becana alam (banjir),ini sebelum di bangunnya “Giant Sea Wall”di saat keadaan itu saya bertanya dalam hati “apakah ini musibah bagi hamba mu ya allah”? mulailah saya merasakan pedihnya sebagai penyampai agama islam,singkat cerita banjir pun telah surut aktivitas saya di mulai kembali untuk mengajar,insya allah ank”yang ikut mengaji 25 ank dan saya di minta mengajar umur 8 tahun totalnya 5 anak dalam kondisi seperti itu saya terus semangat, banyak kejadian pro & kontra dari mulai saya datang di situ ada yang memusuhi dan menyenangi dari kalangan dewasa maupun remaja bahkan lansia.Cuma saya orang nya tidak mau repot/pun di ambil pusing,setiap ada orang yang memusuhi insya allah tetap saya doakan supaya mereka di berikan ke sadaran dan rezeki yang barokah.
            Tidak lama kemudian di tahun 2016 saya di minta untuk membina remaja di yayasan tersebut sebagai kordinator PPG (Penggerak Pembina Generus) namun ranah saya di bagian ring 1,karna kita punya ring itu 3 dari masing”ring punya kordinator Alhamdulillah selama saya di minta menjadi kordinator banyak anak2 mendukung & membantu saya,sampai akhir nya banyak anak2 yang meneruskan pendidikan agama ny di ponpes,mereka semua ingin menjadi seperti saya padahal tujuan saya hanya memahamkan/memperkuat agama mereka,tapi apa boleh buat karna ke inginan mereka sudah bulat sampai tibalah hari di mana pemberangkatan para remaja2 & remaji di ponpes5 anak.Di situ hati saya sangat gembira karna ilmu yang saya ajarkan bisa di lanjutkan,nota bene di kampung bahari itu terkenal dengan kampung preman & anak2 jalanan,tapi saya bisa berbaur dengan mereka menggunakan system insentif guna mendorong ke semangatan di dalam belajar agama islam ,menjadi pengalaman tersendiri bagi saya bisa mengajar di kampung bahari,saya optimis tidak ada yang tidak bisa di rubah selagi orang nya mau berubah.Berlarutnya persoalan yang saya hadapi terjadilah tragedy yang mengejutkan bagi saya yaitu penangkapan/pengrebekan Bandar narkoba di kampung bahari,jangan sampai permasalahan ini mengahambat pengajaran agama islam di berbagai yayasan termasuk “Bahrun Nassirin”.Hal senada di ungkapkan oleh mentri kebudayaan & social yaitu ibu hj Khofifa.BNN di sebutkan akan melayangkan surat kepada pimpinan  wilayah  kampung bahari,yang akan merekomendasikan penghetian izin bertempat di wilayah kampung bahari.Jadi saya juga berfikir ketika surat di layangkan apakah saya juga ikut di usir dari wilayah itu?sedangkan saya sudah nyaman tinggal di situ pada akhirnya saya berdoa ya allah semoga musibah”di wilayah ini bisa engkau selesaikan,ternyata doa saya di dengar oleh allah pada tahun 2016 sampai 2017 sudah tidak terjadi lagi bencana banjir maupun penyebaran narkoba,dan di tahun itu Alhamdulillah saya bisa ikut tes PDU(Pendidikan Dasar Ulama)yang di selenggarakan oleh MUI,memang bukti nyata pertolongan allah itu dekat maka dari itu saya mengingatkan kalian jangan bosan2 berdoa kepada allah . Inilah sedikit perjalanan saya ketika bertugas di suatu wilayah semoga kisah ini bisa menjadi motivasi bagi kalian yang masih dalam masa2 berjuang kejar terus cita2 kalian sampai berhasil.
            Ada suatu kata yang pernah saya dengar dalam bahasa ingris
………..be teacher of the world………..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

GENERASI UNGGULAN

      Di Zaman Sekarang Banyak Orang Tua menginginkan anak nya itu sukses,namun semua itu mustahil bila tidak ada dukungan dari keluarga mak...